Paedagogie

Articles

Perencanaan Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Ekologi

Sadiyah Sadiyah , Suharyanto H Soro

Abstract

This study aims to analyze the planning of a local content curriculum based on ecology at SMP Ekologi Kahuripan Padjajaran, as well as its integration with Pancawaluya Character Education, the Adiwiyata program, and edukotourism. The study employed a qualitative approach with a descriptive method, involving interviews, observations, and documentation as the main instruments. Data were analyzed thematically to describe the planning process, implementation, and the strengthening of students’ character and ecological awareness. The results indicate that the curriculum utilizes the school’s environmental and cultural potential, making the learning materials contextual and practical. The learning modules are combined with hands-on activities and field projects, enabling students to internalize ecological principles and develop social skills. Pancawaluya Character Education is implemented to foster wisdom, discipline, social care, ecological responsibility, and student cooperation. The Adiwiyata program and edukotourism support direct learning experiences, enhance ecological understanding, and increase student participation. These findings emphasize that the integration of local content, character education, and field practices creates a holistic, practical, and contextually relevant learning experience.

Keywords

Local Content Curriculum; Ecology; Pancawaluya; Edukotourism; Character Education

References

  1. Alatas, M. A., Effendy, M. H., Desiana, A. Y., & Nisa, H. H. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka pada muatan lokal Bahasa Madura di MI Kabupaten Pamekasan: Pendekatan ekologis dalam pendidikan karakter dan budaya. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 363–375.
  2. Amalia, N., & Gunadi, G. (2025). Mengintegrasikan kearifan lokal dalam implementasi program Adiwiyata: Studi pada sekolah berbasis budaya Sunda di Jawa Barat. Karimah Tauhid, 4(9), 6776–6792.
  3. Bungin, B. (2017). Metodologi penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.
  4. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4 (ed.)). SAGE Publications.
  5. Hasanah, U. (2024). Penerapan pengembangan kurikulum berbasis edukotourism di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 325–342.
  6. Huda, S., Farikhah, F., Auliya, P. K., & Rochmah, N. (2022). Urgensi pendidikan ekologi melalui muatan lokal untuk mendukung tercapainya penetapan status Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 7, 217–223.
  7. Ibrahimi, R. (2025). Integrasi media alam dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar untuk menumbuhkan kesadaran sosial dan ekologis siswa. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 1(6), 83–94.
  8. Indra, D., & Werdiningsih, D. (2024). Pengembangan bahan ajar teks eksplanasi bermuatan ekologi untuk mendukung pencapaian profil pelajar Pancasila untuk SMK. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 314–334.
  9. Kharis, A. (2024). Pembentukan karakter peduli lingkungan siswa melalui pembelajaran fikih berbasis ekologi di Madrasah Aliyah Al Hikmah Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
  10. Khikmiyah, F., Ardiyansah, T. Y., Firmani, U., & Rahim, A. R. (2021). Implementasi pendidikan ekologi KEE Mangrove pada kegiatan ekstrakurikuler sekolah di Kecamatan Ujungpangkah. DedikasiMU: Journal of Community Service, 3(3), 1073–1087.
  11. Kholis, N., & Karimah, R. (2017). Aksi budaya teo-ekologi melalui integrasi kurikulum pendidikan lingkungan hidup. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 17(2), 451–470.
  12. Maulana, M. W., Hutama, F. S., Fitriyah, C. Z., & Puspitaningrum, D. A. (2025). Kearifan ekologi masyarakat Pesanggaran sebagai alternatif sumber belajar kelas IV sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar, 246–250.
  13. Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
  14. Muktapa, M. I. (2022). Dampak pengembangan kurikulum muatan lokal Al-Islam terhadap kecakapan pengetahuan agama Islam peserta didik. Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan), 4(3), 107–113.
  15. Puspitasari, D. A. (2018). Pengembangan kurikulum muatan lokal keterampilan kerja di madrasah swasta (Studi di MA Al Hidayah Termas Baron Nganjuk). IAIN Kediri.
  16. Parhanuddin, L., Nurdin, E. S., Budimasyah, D., & Ruyadi, Y. (2023). Urgensi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Etnis Sasak di Sekolah Dasar. Jurnal Paedagogy, 10(3), 926-935.
  17. Putikadyanto, A. P. A., Wachidah, L. R., & Sari, S. Y. (2024). Menciptakan generasi peduli lingkungan: Inovasi ekokurikulum berbasis kearifan lokal Madura di SMP Pamekasan. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 47–62.
  18. Rahmaniar, R. (2020). Ancangan Model Pembelajaran Muatan Lokal Berbasis Budaya Kuliner. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 343-356.
  19. Rasna, I. W., Darmayanti, I. A. M., & Partawan, I. K. S. (2025). Kearifan lokal Bali dalam pendidikan ekonomi hijau sebagai model pembelajaran bahasa Bali. Seminar Nasional Riset Inovatif, 10.
  20. Saputri, R. Y. (2020). Implementasi landasan sosiologis dalam pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis keagamaan di SMAN 1 Pleret Bantul. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 3(2).
  21. Sormin, S. A., Fredy, F., & Tembang, Y. (2021). Menakar Kearifan Lokal Suku Malind Sebagai Model Penanaman Ecoliterasi Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Merauke. Jurnal Education And Development, 9(4), 565-569.
  22. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
  23. Wachidah, L. R., Albaburrahim, A., & Fitri, N. A. (2024). Integrasi pendidikan karakter bermuatan lokal Madura sebagai penguatan kesadaran ekologi pada Kurikulum Merdeka. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 516–531.
  24. Yonanda, D. A., Supriatna, N., Hakam, K. A., & Sopandi, W. (2022). Kebutuhan bahan ajar berbasis kearifan lokal Indramayu untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(1), 173–185.
  25. Yuliatin, Y., Haslan, M. M., Sawaludin, S., & Basariah, B. (2021). Kurikulum ppkn dan peluang pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Prosiding Saintek, 3, 471-482.
  26. Yustus, Y. (2024). Pengembangan modul berbasis kearifan lokal To Sangserekan pada materi teologi-ekologi Pendidikan Agama Kristen kelas XI di SMA Negeri 3 Tana Toraja. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja.