Intergenerational Communication in the Ruwah Tradition: An Ethnographic Study on the Transmission of Tradition and the Preservation of Local Wisdom
Abstrak
Penelitian ini mengkaji komunikasi antar generasi dalam tradisi Ruwah Dusun di Dusun Kembangsore, Mojokerto, Jawa Timur, dengan fokus pada pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal melalui kerinduan tradisi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang cenderung meminggirkan praktik tradisional serta memperlebar perbudakan antar generasi. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi sejak Desember 2024 hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan kesimpulan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian disajikan dalam enam poin utama. Pertama, deskripsi tradisi Ruwah Dusun menunjukkan bahwa ritual seperti arak-arakan gunungan, kenduri, tahlil, dan istighasah menjadi simbol rasa syukur, solidaritas, dan penghormatan kepada leluhur. Kedua, pola komunikasi antar generasi menunjukkan interaksi yang saling melengkapi, di mana sesepuh menjadi penjaga kearifan, tokoh agama memberi legitimasi spiritual, dan generasi muda menghadirkan kreativitas. Ketiga, tradisi berfungsi sebagai media pewarisan nilai, meliputi gotong royong, religiusitas, solidaritas, dan kesadaran ekologis. Keempat, analisis etnografi komunikasi menunjukkan bahwa simbol, ritual, dan bahasa menjadi sarana negosiasi dan adaptasi nilai. Kelima, keterlibatan generasi muda tampak dalam pewarisan sekaligus transformasi budaya, mulai dari perancangan, dokumentasi, hingga reinterpretasi tradisi. Keenam, dinamika dan tantangan menampilkan adanya ketegangan antara pelestarian tradisi dan modernitas, namun juga muncul peluang melalui media digital untuk merevitalisasi tradisi.