Hubungan Peran Dengan Kesejahteraan Mental Keluarga Dalam Merawat Anak Berkebutuhan Khusus

Authors

  • Ria Andini Saputri Muhammadiyah University of Magelang image/svg+xml , Program Studi lmu keperawatan (S1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Sambodo Sriadi Pinilih Program Studi Keperawatan (D3), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Muhammad Khoirul Amin Program Studi lmu keperawatan (S1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Retna Tri Astuti Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang

DOI:

https://doi.org/10.31603/bnur.14477

Keywords:

Anak berkebutuhan khusus, kesejahteraan mental, peran keluarga, stres pengasuhan

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesejahteraan mental orang tua, terutama dalam merawat anak berkebutuhan khusus (ABK) yang seringkali menghadirkan tantangan pengasuhan yang unik. Pemahaman mengenai hubungan antara peran keluarga dalam tugas kesehatan dan kesejahteraan mental keluarga yang mendampingi ABK masih perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan keluarga dengan tingkat kesejahteraan mental keluarga yang mendampingi ABK di RS Soerojo Magelang. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 70 keluarga yang mendampingi ABK. Data diolah dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif dengan kekuatan sedang yang signifikan secara statistik antara peran keluarga dan tingkat stres (koefisien korelasi Spearman (r) = -0,417; nilai signifikansi p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga dengan tingkat stres keluarga yang mendampingi ABK. Semakin optimal peran keluarga, semakin rendah tingkat stres yang dialami, yang mengindikasikan kesejahteraan mental yang lebih baik. Peningkatan peran keluarga dapat menjadi salah satu faktor protektif terhadap penurunan kesejahteraan mental pada keluarga yang mendampingi ABK.

Downloads

Published

2026-06-07