Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Risiko Gaya Hidup Multipel pada Pasien Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer: Studi Cross-Sectional di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31603/bnur.16916Keywords:
Indonesia, tuberkulosis, risiko gaya hidup, pelayanan kesehatan primer, faktor sosiodemografiAbstract
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan perilaku gaya hidup tidak sehat dapat memperburuk luaran penyakit. Identifikasi faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan Risiko gaya hidup multipel penting untuk mendukung pengembangan intervensi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan memanfaatkan data sekunder dari UPT Puskesmas Ome selama periode 2025–2026. Sebanyak 50 pasien tuberkulosis dilibatkan dalam penelitian ini. Risiko gaya hidup multiple didefinisikan sebagai adanya kombinasi perilaku merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik rendah. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25.0 melalui statistik deskriptif, uji Chi-square, dan uji Fisher’s exact. Sebagian besar responden merupakan kelompok dewasa (90,0%), laki-laki (54,0%), bekerja (60,0%), dan termasuk dalam kategori risiko tinggi gaya hidup multipel (66,0%). Jenis kelamin (p < 0,001) dan status pekerjaan (p < 0,001) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan risiko gaya hidup multipel. Pasien laki-laki dan pasien yang bekerja lebih cenderung memiliki perilaku hidup berisiko tinggi. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan dengan risiko gaya hidup multipel. Jenis kelamin dan status pekerjaan merupakan determinan penting Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis. Intervensi berbasis perilaku dan gaya hidup perlu diprioritaskan terutama pada pasien laki-laki dan pasien yang bekerja guna meningkatkan keberhasilan pengelolaan tuberkulosis dan luaran kesehatan pasien.
References
Alfaqeeh, M., Alfian, S. D., & Abdulah, R. (2023). Factors Associated with Hypertension Among Adults: A Cross-Sectional Analysis of the Indonesian Family Life Survey. Vascular Health and Risk Management, 19, 827–836. https://doi.org/10.2147/VHRM.S438180
Amere, G. A., Nayak, P., Salindri, A. D., Narayan, K. M. V., & Magee, M. J. (2018). Contribution of smoking to tuberculosis incidence and mortality in high-tuberculosis-burden countries. American Journal of Epidemiology, 187(9), 1846–1855.
Imtiaz, S., Shield, K. D., Roerecke, M., Samokhvalov, A. V, Lönnroth, K., & Rehm, J. (2017). Alcohol consumption as a risk factor for tuberculosis: meta-analyses and burden of disease. European Respiratory Journal, 50(1).
Main, S., Triasih, R., Greig, J., Hidayat, A., Brilliandi, I. B., Khodijah, S., Chan, G., Wilks, N., Parry, A. E., & Nababan, B. (2023). The prevalence and risk factors for tuberculosis among healthcare workers in Yogyakarta, Indonesia. PloS One, 18(5), e0279215.
Meader, N., King, K., Moe-Byrne, T., Wright, K., Graham, H., Petticrew, M., Power, C., White, M., & Sowden, A. J. (2016). A systematic review on the clustering and co-occurrence of multiple risk behaviours. BMC Public Health, 16(1), 657.
Raviglione, M., & Sulis, G. (2016). Tuberculosis 2015: burden, challenges and strategy for control and elimination. Infectious Disease Reports, 8(2), 6570.
World Health Organization. (2020). Global tuberculosis report 2020: executive summary.
World Health Organization. (2024). Consolidated guidance on tuberculosis data generation and use. Module 1. Tuberculosis surveillance. World Health Organization.
Yazeedi, B. Al, Marshoudi, A. Al, Alufi, H., Salmi, M. Al, Al-sharji, D., & Hinai, Y. Al. (2024). Heliyon Sociodemographic and health determinants of lifestyle changes during the COVID-19 pandemic in Oman. Heliyon, 10(22), e40358. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e40358