Pengaruh Biological Asset Intensity, Profitabilitas, Firm Size, Ownership Concentration, Growth, dan Type of Public Accounting Firm terhadap Biological Asset Disclosure

Penulis

  • Muhammad Hussein Aliefianto Universitas Muhammadiyah Magelang, Indonesia
  • Wawan Sadtyo Nugroho Universitas Muhammadiyah Magelang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31603/conference.14587

Kata Kunci:

Biological Asset Intensity, Profitabilitas, Firm Size, Ownership Concentratio, Growth, Type Of Public Accounting Firm, Leverage, Firm Age, Firm Value, Financial Performance, Biological Asset Disclosure

Abstrak

Penelitian ini didasari oleh pentingnya biological asset disclosure dalam sektor perkebunan kelapa sawit yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Pengungkapan yang transparan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor, termasuk biological asset intensity, profitabilitas, firm size, ownership concentration, growth, dan type of public accounting firm, terhadap biological asset disclosure dengan mengunakan variabel kontrol seperti leverage, firm age, firm value, dan financial performance pada perusahaan sektor perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan sektor perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Sampel yang digunakan terdiri dari 14 perusahaan dengan total 70 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biological asset intensity dan growth tidak berpengaruh terhadap biological asset disclosure. Sebaliknya profitabilitas dan firm size menunjukkan pengaruh negatif terhadap biological asset disclosure, sedangkan, ownership concentration dan type of public accounting firm berpengaruh positif terhadap biological asset disclosure. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus yang hanya pada perusahaan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan periode penelitian yang terbatas. Penelitian ini juga hanya mempertimbangkan variabel-variabel tertentu, sehingga masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi biological asset disclosure. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk memperluas cakupan penelitian dengan menambahkan variabel independen lain yang relevan, serta memperpanjang periode penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Penelitian juga disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor eksternal dan karakteristik perusahaan lainnya terhadap biological asset disclosure.

Diterbitkan

2025-08-19