Main Article Content

Abstract

Twitter merupakan salah satu media sosial yang berkembang pesat pada saat ini. Munculnya twitter dapat dimanfaatkan sebagai penghubung antar para penggunanya dengan informasi terbaru tentang hal yang menarik minat masyarakat. Twitter merupakan sarana untuk memberikan informasi kegiatan suatu instansi karena memiliki jangkauan yang luas, dan mudah diakses oleh masyarakat, sehingga menjadi pilihan humas Polresta Surakarta dalam mengaplikasikan setiap kegiatan Polresta Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan twitter sebagai media publikasi humas Polresta Surakarta dalam menciptakan citra positif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial twitter yang dilakukan oleh humas Polresta Surakarta sudah dapat memenuhi 5 aspek dalam memanfaatkan media sosial sebagai media publikasi antara lain: aspek kognitif yaitu humas polresta surakarta berusaha memenuhi kebutuhan informasi yang berkaitan dengan Polresta Surakarta. Aspek afektif yaitu humas Polresta Surakarta juga memanfaatkan fitur yang ada pada twitter untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi. Aspek integrasi personal yaitu humas Polresta Surakarta memberikan informasi mengenai prestasi-prestasi anggota kepolisian. Aspek integrasi sosial yaitu Humas Polresta Surakarta memberikan informasi mengenai kedekatan sosial antara anggota kepolisan dengan masyarakat. Aspek pelepaskan ketegangan dilakukan humas Polresta Surakarta dengan memberikan informasi mengenai even atau lomba yang ada di Polresta Surakarta. Dalam menciptakan citra positif Humas Polresta Surakarta sudah memenuhi komponen pembentukan citra antara lain (persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap).

Keywords

Twitter Media Publikasi Citra Positif

Article Details

References

  1. Alhakim, F. M. (2012). Peran Kepolisian dalam Usaha Menyelesaikan Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga Melalui Mediasi Penal (Studi di Kepolisian Resor Kota Surakarta).
  2. Alyusi, S. D. (2019). Media sosial: Interaksi, identitas dan modal sosial. Prenada Media.
  3. Fonna, N. (2019). Pengembangan Revolusi Industri 4.0 dalam Berbagai Bidang. Guepedia.
  4. Handayani, P. (2017). Hubungan Antara Harga Diri Dengan Presentasi Diri Pada Pengguna Instagram. University of Muhammadiyah Malang.
  5. Miles, M. (1992). Huberman, 1992, Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Oleh Jetjep Rohendi Rohini, UI-Press, Jakarta.
  6. Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
  7. Nurhayati, S., & Rhesa, Z. (2019). Cyber Public Relations Humas Polresta Surakarta Dalam Membangun Citra Melalui Media Sosial. Iain Surakarta.
  8. Rahadi, D. R. (2017). Perilaku pengguna dan informasi hoax di media sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 58–70.
  9. Social, W. A. (2020). Hootsuite.(2020). Digital 2020-July Global Statshot Report. Https://Wearesocial. Com/Blog/2020/07/More-than-Half-of-the-People-on-Earth-Now-Use-Social-Media.
  10. Widyaningrum, U. (2011). Humas dalam Membangun Citra Perusahaan (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Humas Kantor Pos Besar Surakarta dalam Membangun Citra Perusahaan). UNS (Sebelas Maret University).
  11. Zarella. (2010). The Social Media Marketing Book. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.
  12. Zein, M. F. (2019). Panduan Menggunakan Media Sosial untuk Generasi Emas Milenial. Mohamad Fadhilah Zein.