Main Article Content

Abstract

Mainan anak berbahan kayu adalah salah satu produk UMKM yang terdapat di Kota Magelang. Dalam perkembanganya, pelaku UMKM mainan anak masih memiliki permasalahan yang kurang mendukung kinerja dan berkembangnya usaha mereka. Salah satu permasalahan yang dihadapi ialah belum ada lembaga yang benar-benar memberikan manfaat dan menaungi usaha mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan faktor-faktor kelembagaan dan mengkonstruk model kelembagaan yang berguna untuk memperkuat kinerja UMKM. Penelitian ini menggunakan metode analisis SEM dengan PLS dan AHP untuk menentukan bobot prioritas dari masing-masing variabel pendukung. Hasil dari penyusunan model diperoleh peningkatan kinerja sebesar 25% melalui kelembagaan serta faktor internal dan faktor eksternal mempunyai pengaruh sebesar 42% terhadap kelembagaan. Hasil dari analisis AHP penelitian ini diperoleh faktor-faktor kelembagaan dengan prioritas faktor internal kemudian faktor eksternal dengan nilai 0,535 dan 0,465. Prioritas pertama dari faktor internal adalah kapasitas produksi, kemudian prioritas kedua kualitas produk, permintaan pasar, modal pinjaman, dan jiwa kepemimpinan. Prioritas pertama dari faktor eksternal adalah bantuan modal, kemudian prioritas kedua penyiapan lokasi usaha dan penyediaan informasi, pendampingan, pembinaan, dan monitoring serta evaluasi. Nilai rasio konsistensi (CR) pada masing-masing matrik adalah kurang dari 0,1 dan dapat dikatakan seluruh matrik tersebut konsisten. Dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM melalui kelembagaan, kelembagaan memerlukan dukungan dari faktor internal dan eksternal UMKM agar kelembagaan bermanfaat secara maksimal terhadap pelaku UMKM dan dapat memperkuat kinerja UMKM.

Keywords

UMKM Mainan Anak Kelembagaan Kinerja PLS dan AHP

Article Details

References

  1. Anggraeni, F. D., Hardjanto, I., & Hayat, A. (2013). Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal dan Potensi Internal (Studi Kasus pada Kelompok Usaha “Emping Jagung” di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing, Kota Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol 1 No. 6, Hal 1286-1295.
  2. Badan Pusat Statistik Kota Magelang (2019). Statistik Daerah Kota Magelang Tahun 2019. ISSN/ISBN
  3. : 2339-1391.
  4. Mujiyana, Sularto, L., & Mukhyi, M. A. (2012). Pengaruh penerapan periklanan di internet dan pemasaran melalui e-mail produk UMKM di wilayah depok. Jurnal Teknik Industri, 7(6). DOI: https://doi.org/10.12777-/jati.7.3.161-168.
  5. North, D. C. (1991). Institutions, Institutional Change, and Economic Performance. The Journal of Economic Perspectives, Vol. 5, No. 1. (Winter, 1991), pp. 97-112.
  6. Sutinah, Aay, and Chalid Sahuri. "Manajemen Kinerja Organisasi Dinas Koperasi dan USAha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pekanbaru." Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, vol. 3, no. 2, Oct. 2016, pp. 1-13.
  7. W, V., Ruttan, & Hayami, Y. (1984). Toward A Theory Of Induced Institutional Innovation, (200). Center for Economic Research, Department of Economics, Univers ity of Minnesota. https://doi.org/10.1080/00220388408421914.
  8. Wicaksono, G., & Nuvriasari, A. (2012). Meningkatkan Kinerja UMKM Industri Kreatif Melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Orientasi Pasar: Kajian pada Peran Serta Wirausaha Wanita di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY. Jurnal Sosio Humaniora, 3(4), 27–39.