https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/issue/feed Borobudur Engineering Review 2021-10-01T13:18:15+07:00 Suroto Munahar benr@unimma.ac.id Open Journal Systems <p style="margin: 0mm; margin-bottom: .0001pt;">Journal title :&nbsp;<strong>Borobudur Engineering Review</strong><br>Abbreviation :&nbsp;<strong>BENR</strong><br>ISSN : <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210507321191719">2777-0850</a><br>DOI Prefix : 10.31603/benr by&nbsp;<img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="55" height="15"><br>Frequency : Biannualy<br>Type of peer-review: <strong>Double-blind</strong><br>Editors :&nbsp;See&nbsp;<a href="http://journal.ummgl.ac.id/index.php/benr/about/editorialTeam">Editorial&nbsp;Team</a>&nbsp;</p> https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/5386 Studi Kelayakan Fiberglass Sebagai Pengganti Kayu Dalam Pembangunan Kapal Nelayan Daerah Bengkalis Pesisir 2021-09-25T11:27:08+07:00 Siswandi B setyopmbd@gmail.com Jamal J Jamal@gmail.com Jupri J jupri@gmail.com Mochamad Asrofi asrofi@gmail.com Setyo Pambudi setyo@gmail.com <p>Pada umumnya kapal nelayan masyarakat bengkalis terbuat dari kayu. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah ketersediaan material kayu sebagai bahan baku kapal nelayan saat ini semakin menipis, sehingga diperlukan adanya alternatif material dalam pembangunan kapal nelayan. Berdasarkan hal-hal tersebut maka dilakukan evaluasi dan analisa berkaitan kelayakan material <em>fiberglass</em> sebagai pengganti material kayu dalam pembangunan kapal nelayan. Dengan menggunakan analisis SWOT dilakukan analisa kelayakan <em>fiberglass</em> sebagai pengganti material kayu. Hasil analisa matrik evaluasi faktor <em>internal</em> nilai total faktor didapatkan sebesar 0,27 untuk nilai kekuatan dan pada matrik evaluasi faktor <em>eksternal</em> diapatkan total nilai sebesar 1,62 untuk nilai peluang. Dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa <em>fiberglass</em> dapat dijadikan atau layak sebagai material pengganti kayu dalam pembangunan kapal nelayan</p> 2021-09-22T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/3179 Pengukuran Produktivitas Pada Departemen Produksi dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (Omax) di Pt. Papertech Indonesia Unit II Magelang 2021-09-27T23:37:12+07:00 Achmad Fahrizal S. S. nurmega0516@gmail.com Oesman Raliby A. oest72@ummgl.ac.id Muhammad I. R. m_imron_rosyidi@ummgl.ac.id <p>PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang merupakan pabrik kertas daur ulang (<em>recycle paper</em>) yang memanfaatkan kardus dan kertas bekas untuk dilakukan proses produksi menjadi kertas setengah jadi. Perusahaan berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan eksistensinya dalam dunia industri. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikannya adalah masalah produktivitas. Tidak adanya pengukuran sistematis untuk capaian produktivitas di departemen produksi membuat target produksi perusahaan tahun 2016 tidak tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas di PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang dengan menggunakan metode <em>Objective Matrix</em> (OMAX) untuk mengukur Indikator Performansi dari masing-masing kriteria. Kriteria produktivitas diukur dari tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan tenaga kerja, penghentian jam kerja mesin dan produksi kertas <em>Chip Board</em>. Hasil perhitungan menggunakan <em>Objective Matrix</em> (OMAX) didapatkan hasil produktivitas pada masing-masing kriteria selama setahun dengan target produksi yang ingin diperoleh perusahaan&nbsp; adalah 68 ton atau 68.000 kg dengan hasil presentase bobot kriteria 1 dengan bobot 25%, kriteria 2 dengan bobot 50%, dan kriteria 3 dengan bobot 25%. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dijelaskan dalam diagram <em>Fishbone</em> yang terdiri dari faktor tenaga kerja, penghentian jam kerja mesin dan produksi kertas <em>Chip Board</em>. Usulan perbaikan produktivitas diperoleh hasil jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 45 orang, jumlah jam kerja mesin sebesar 1.304,68 jam dan produksi normal kertas <em>Chip Board</em> direntang 942.000 kg.</p> 2021-09-27T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/3177 Desain Model Kelembagaan Guna Memperkuat Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Magelang 2021-09-29T12:49:34+07:00 Adi Wiratama nurmega0516@gmail.com Oesman Raliby oest72@ummgl.ac.id Muhammad Imron Rosyidi m_imron_rosyidi@ummgl.ac.id <p>Mainan anak berbahan kayu adalah salah satu produk UMKM yang terdapat di Kota Magelang. Dalam perkembanganya, pelaku UMKM mainan anak masih memiliki permasalahan yang kurang mendukung kinerja dan berkembangnya usaha mereka. Salah satu permasalahan yang dihadapi ialah belum ada lembaga yang benar-benar memberikan manfaat dan menaungi usaha mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan faktor-faktor kelembagaan dan mengkonstruk model kelembagaan yang berguna untuk memperkuat kinerja UMKM. Penelitian ini menggunakan metode analisis SEM dengan PLS dan AHP untuk menentukan bobot prioritas dari masing-masing variabel pendukung. Hasil dari penyusunan model diperoleh peningkatan kinerja sebesar 25% melalui kelembagaan serta faktor internal dan faktor eksternal mempunyai pengaruh sebesar 42% terhadap kelembagaan. Hasil dari analisis AHP penelitian ini diperoleh faktor-faktor kelembagaan dengan prioritas faktor internal kemudian faktor eksternal dengan nilai 0,535 dan 0,465. Prioritas pertama dari faktor internal adalah kapasitas produksi, kemudian prioritas kedua kualitas produk, permintaan pasar, modal pinjaman, dan jiwa kepemimpinan. Prioritas pertama dari faktor eksternal adalah bantuan modal, kemudian prioritas kedua penyiapan lokasi usaha dan penyediaan informasi, pendampingan, pembinaan, dan monitoring serta evaluasi. Nilai rasio konsistensi (CR) pada masing-masing matrik adalah kurang dari 0,1 dan dapat dikatakan seluruh matrik tersebut konsisten. Dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM melalui kelembagaan, kelembagaan memerlukan dukungan dari faktor internal dan eksternal UMKM agar kelembagaan bermanfaat secara maksimal terhadap pelaku UMKM dan dapat memperkuat kinerja UMKM.</p> 2021-09-28T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/3165 Analisis Risiko Rantai Pasok Dengan House of Risk di PT. Petrogas Prima Service 2021-09-28T14:55:02+07:00 Wulan Riskiana nurmega0516@gmail.com Moehamad Aman moehamad_aman@ummgl.ac.id Affan Rifa'i affan_r@ummgl.ac.id <p>Perkembangan manajemen rantai pasok menfokuskan pada kajian tentang efektifitas dan efisiensi aliran barang, sistem informasi dan aliran keuangan sehingga mencakup semua rantai pasok dengan semua pihak yang bersangkutan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam PT Petrogas Prima Services perusahaan repair tabung gas LPG volume 3 kg adalah keterlambatan kedatangan material. Pada pengiriman sealtape hanya 97,4% dari pemesanan, Pada pemesanan valve melebihi hari pengiriman dan pada saat distribusi terdapat kendala yang tidak bisa diprediksi. Oleh kerena itu, dibutuhkan manajemen rantai pasok untuk koordinasi dan mengelola aktifitas rantai pasok supaya proses produksi berjalan dengan baik dan tidak ada keterlambatan produksi maupun distribusi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko pada aktivitas rantai pasok mengunakan metode <em>House of Risk</em>. Dari House of risk fase I menghasilkan 5 penyebab risiko dominan yaitu gangguan teknis (mesin tidak optimal), karyawan kurang teliti, perencanan kurang maksimal, babhan baku tidak sesuai dan system informasi yang tidak efektif. Melalui <em>House of Risk Fase </em>II dihasilkan 13 langkah aksi pencegahan yang direkomendasikan bagi perusahaan untuk mengurangi potensi kejadian risiko, yaitu melakukan pemeriksaan rutin (PA2), melakukan pencegahan (PA4), menyusun SOP perawatan (mesin/transportasi) (PA1), pembagian sift kerja yang sesuai (PA5), menejemen persediaan sperpart mesin (PA3), pengendalian bahan baku (PA11), pengadaan training (PA6), menyusun SOP pengadaan (inventory) dan <em>supplier </em>(PA8), meningkatkan pengelolaan terhadap menenjemen (PA9), menyusun alternative perencanaan (PA10), pelatihan (PA13), pemberian sangsi disiplin (PA7), dan dukungan software (PA12).</p> 2021-09-28T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/4916 Evaluasi Kekuatan Resistance Spot Welding pada Proses Tailor welded blankss Menggunakan Mill-steel Beda Ketebalan 2021-10-01T13:18:15+07:00 khoirudin khoirudin khoirudin@ubpkarawang.ac.id Dicky Dimyati dicky.dimyatti95@gmal.com Apang Djafar Ashiedieque apang@stt-wastukancana.ac.id Sukarman S sukarman@ubpkarawang.ac.id Fathan Mubina Dewadi fathan.mubina@ubpkarawang.ac.id Nana Rahdiana nana.rahdiana@ubpkarawang.ac.id Istianto Budhi Rahardja istianto@cwe.ac.id Anwar Ilmar Ramadhan anwar.ilmar@ftumj.ac.id Heri Suripto herisuripto@upp.ac.id <p><em>This paper presented the test of cup drawing, and the tensile ability of tailor welded blanks (TWBs) used to join the resistance spot welding&nbsp; a variety of different parameters. This study used SPCC-SD (JIS 3141) material with a material thickness of 1.0 mm and 1.2 mm. This research is focused on obtaining the highest tensile-shear strength of resistance spot welding and how it affects the results of the drawing cup process. This study used an experimental research method using six samples of RSW parameters. RSW parameters used are welding current, welding time, and squeeze time. This research was achieved the highest tensile-shear strength value of 5.09 kN and the lowest 4.15 kN which was achieved in the 5th and 1st samples respectively. The results of the cup drawing test using RSW parameters in the 5th and 6th samples showed no TWB failure in the welded area. Further research will be carried out by performing Taguchi optimization using RSW and TWBs parameters in the cup drawing process.</em></p> 2021-09-30T03:39:12+07:00 ##submission.copyrightStatement##