Borobudur Engineering Review https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr <p style="margin: 0mm; margin-bottom: .0001pt;">Journal title :&nbsp;<strong>Borobudur Engineering Review</strong><br>Abbreviation :&nbsp;<strong>BENR</strong><br>ISSN : <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210507321191719">2777-0850</a><br>DOI Prefix : 10.31603/benr by&nbsp;<img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="55" height="15"><br>Frequency : Biannualy<br>Type of peer-review: <strong>Double-blind</strong><br>Editors :&nbsp;See&nbsp;<a href="http://journal.ummgl.ac.id/index.php/benr/about/editorialTeam">Editorial&nbsp;Team</a>&nbsp;</p> Universitas Muhammadiyah Magelang en-US Borobudur Engineering Review 2777-0850 Desain Opacity Meter dengan Image Processing Berdasarkan Risk Based Measurement https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/6936 <p>Gas buang mesin diesel merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Kandungan gas buang ini diantarnya <em>opacity </em>yang berasal dari polutan warna hitam. Unsur karbon dari pembakaran mesin diesel yang ada dalam <em>opacity </em>sangat berbahaya bagi lingkungan. Untuk itu, <em>opacity</em> hasil pembakaran mesin diesel perlu dikendalikan. Metode pengendalian ini diantaranya dengan melakukan pengukuran gas buang menggunakan opacity meter test bench. Harga sangat mahal, tidak praktis dan memerlukan tempat khusus merupakan kelemahan dari opacity meter test bench. Oleh karena itu, Penelitian ini mengusulkan pengembangan opacity meter berdasarkan <em>digital image processing</em>. Kelebihan alat yang dikembangkan memiliki harga cukup terjangkau, praktis dan proses pengolahan dapat dilakukan secara <em>online</em>. Alat ini bekerja berdasarkan perbedaan warna pada gas buang. Kamera menangkap warna gas buang disimpan dalam <em>file jpg</em>. <em>File jpg </em>selanjutnya dikonvert dalam data digital RGB (<em>Red Green Blue</em>). Selain merubah data digital, penelitian ini merancang program yang dapat bekerja dalam komputer. <em>Opacity meter test bench</em> dapat untuk memvalidasi program yang dirancang. Alat yang dikembangkan diuji pada kendaraan micro bus dan pick up. Hasil uji opacity pada kendaraan micro bus memiliki opacity sebesar 19,9% dan nilai RGB (217, 224, 246). Pada saat yang sama, Uji opacity pada kendaraan pick up menghasilkan opacity 20,9% dan nilai RGB (193, 214, 215). Validasi dengan opacity meter test bench terbaca kurang dari 5%. Untuk itu, Desain <em>opacity meter</em> dengan <em>image processing</em> yang telah dibuat sudah dapat beroperasi dan dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya.</p> Farika Tono Putri ##submission.copyrightStatement## 2022-03-30 2022-03-30 2 1 23 31 10.31603/benr.6936 Model Pengembangan Budaya Organisasi Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Industri Maintenance Tangki LPG https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/5720 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Organisasi merupakan suatu wadah bagi orang-orang untuk berkumpul dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Ada beberapa permasalahan yang ada di PT. Petrogas Prima Services yaitu adanya ketidaksesuaian dari segi kualitas produk, kuantitas produk dan ketepatan waktu dalam produktivas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui indikator yang paling dominan dari kinerja karyawan dan untuk mengetahui strategi perbaikan dari indikator kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi dan Analitycal Hierarchy Process. Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat adanya hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan, dari perhitungan yang diperoleh nilai R square 0,594 atau 59,4%. Dengan uji Analitycal Hierarchy Process terhadap kinerja karyawan dengan tiga kriteria dan sembilan sub kriteria maka hasil uji Analitycal Hierarchy Process kriteria indikator yang paling dominan adalah kualitas dengan nilai pembobotan 0,413 sedangkan dari subkriteria kualitas nilai pembobotan 0,532, subkriteria kuantitas nilai pembobotan 0,397 dan subkriteria dengan nilai pembobotan 0,373.Usulan strategi diadakannya pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan di PT. Petrogas Prima Services Magelang. (Arial Unicode MS 9 pt, 1.0 space, spacing after 6pt)</p> <p>&nbsp;</p> Eko Muh Widodo ##submission.copyrightStatement## 2022-03-31 2022-03-31 2 1 32 44 10.31603/benr.5720 Literature Review : Efektivitas Pengaruh Lima Inti Proses Metode Scor Dalam Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/6298 <p><em>Supply Chain Management</em> (SCM) merupakan faktor pendukung keberhasilan perusahaan untuk menghadapi persaingan di dunia bisnis. Permasalahan yang terjadi dalam proses <em>supply chain</em> diantaranya, keterlambatan bahan baku, jumlah bahan baku yang tidak sesuai dengan permintaan, dan keterlambatan pengiriman produk.<em> Supply chain</em> memiliki peranan yang penting dalam proses aliran material mulai dari pasokan bahan baku oleh supplier sampai produk jadi ke tangan konsumen. Salah satu metode pengukuran kinerja <em>supply </em>chain adalah Supply<em> Chain Operation Reference</em> (SCOR), yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana performansi supply chain yang telah tercapai. Sehingga prioritas tindakan perbaikan dapat diberikan pada indikator kinerja supply chain yang masih jauh di bawah target. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan sumber data dari google scholar. Pencarian artikel ilmiah dibatasi pada terbitan tahun 2013-2021 dan akses terakhir dibatasi pada tanggal 21 Agustus 2021. Artikel yang dipilih hanya dari&nbsp; jurnal open access. Pencarian referensi dilakukan dengan kata kunci “<em>supply chain</em>, SCOR, kinerja” dan didapatkan 1230 artikel. Kemudian data tersebut dipilih dengan kriteria kesesuaian judul hingga menjadi 24 artikel yang di screening kembali berdasarkan kesesuaian metode abstrak dan isi yang sesuai dengan tujuan review ini sehingga didapatkan sebanyak 10 artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode SCOR dalam pengukuran kinerja proses plan, source, make, deliver dan return &nbsp;memberikan alternatif-alternatif pemecahan masalah sangat efektif dan efisien pada rantai pasokan.</p> Miftakhu Sururi ##submission.copyrightStatement## 2022-03-31 2022-03-31 2 1 1 11 10.31603/benr.6298 Literature Review : Teknik Perancangan Tata Letak Fasilitas Gudang Pada Perushaan Manufaktur Yang Efisien https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/6300 <p>Tata letak fasilitas adalah salah satu kunci penting perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitas. Tata letak fasilitas melibatkan pengaturan fisik yang sistematis dari berbagai departemen, stasiun kerja, mesin, peralatan, area penyimpanan, dan area umum di industri manufaktur. Dalam lingkungan global yang kompetitif saat ini, tata letak fasilitas yang optimal menjadi faktor yang efektif dalam pengurangan biaya sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki tata letak fasilitas yang terorganisir dengan baik untuk semua sumber daya yang tersedia secara optimal. Banyak teknik perancangan tata letak fasilitas yang telah dikembangkan sebelumnya, diantaranya algoritma <em>corelap, craft, metode shared storage</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mereview artikel ilmiah tentang Tata Letak fasilitas berdasarkan teknik perancangannya. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em>, dengan mengklasifikasikan beberapa metode Tata Letak Fasiltas sesuai kharakteristik, kelebihan, kelemahan dan alternatif pengembangan lay out nya.&nbsp; Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari literatur jurnal nasional, dengan menggunakan <em>search engine “Google Scholar</em>”. Pencarian artikel ilmiah jurnal dibatasi dengan periode terbitan tahun 2016-2021. Kata kunci “ desain tata letak fasilitas “ dan “teknik tata letak fasilitas ” digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang relevan. Hasil pencarian tahap satu, diperoleh 3.760 artikel. Kemudian dilakukakan <em>screening</em> kembali berdasarkan topik yang lebih spesifik tentang tata letak fasilitas yang efisien 2.650 artikel jurnal <em>relevan</em>, dan dipilih 10 jurnal yang menyediakan data dan analisis yang <em>komprehensif</em>. Hasil <em>review</em> menunjukkan bahwa pendekatan algoritma banyak digunakan untuk mendesign Tata Letak Fasilitas, dibandingkan pendekatan simulasi. Teknik Algoritma ini mampu memecahkan masalah tata letak fasilitas yang lebih komplek dan rumit, dibandingkan dengan simulasi.</p> Indra Karisma ##submission.copyrightStatement## 2022-03-31 2022-03-31 2 1 12 22 10.31603/benr.6300 Meminimalkan Keluhan Subyektif Pekerja Pembelah Tahu Pada Industri Kerupuk Tahu https://journal.unimma.ac.id/index.php/benr/article/view/6880 <p>Postur kerja para pekerja pembelah tahu pong pada industri kecil krupuk tahu Larasta, Magelang pada umumnya termasuk kategori janggal atau tidak alamiah karena menyebabkan bagian-bagian tubuh tidak berada atau bergerak menjauhi posisi alamiah. Postur kerja janggal tersebut antara lain duduk pada kursi pendek sehingga kaki menekuk pada jangka waktu lama dan tangan menggantung karena menggunting tahu pong. Hasil wawancara awal terhadap 3 orang pekerja menyatakan bahwa mereka sering mengalami rasa sakit pada bagian punggung, pinggang, pinggul belakang, dan bahu. Kondisi ini bisa beresiko menyebabkan gangguan <em>muskuloskeletal disorders</em> (MSDs) yaitu gangguan pada otot skeletal karena otot menerima beban statis secara berulang dan terus-menerus dalam jangka waktu lama yang akan menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, <em>ligament,</em> dan <em>tendon</em>. Guna menentukan jenis-jenis dan tingkat keluhan subyektif pada para pekerja, maka akan dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat ditentukan solusi untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisis postur kerja para pekerja pembelah tahu pong menggunakan <em>Nordic Body Map</em> (NBM) dan <em>Rapid Entire Body Asssessment</em> (REBA).Jumlah sampel pekerja yang dianalisis sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&nbsp; punggung merupakan bagian tubuh yang sering dikeluhkan sakit oleh sampel. <em>Frequency indeks </em>sebesar 88,33%&nbsp; dan <em>severity indeks</em> 26,66% yang termasuk kategori beresiko tinggi (skor 16). Selanjutnya hasil analisis dengan REBA menunjukkan bahwa skor pada posisi duduk pada dingklik adalah 8 yang termasuk kategori sangat berbahaya, dan cenderung dapat menyebabkan cedera; skor pada posisi duduk di lantai adalah 4 yang termasuk kategori beresiko rendah. Oleh karena diperlukan perbaikan terhadap fasilitas kerja agar postur kerja menjadi alamiah atau tidak janggal, sehingga pekerja menjadi nyaman dalam bekerja dan keluhan-keluhan subyektif berkurang. Perbaikan tersebut berupa penambahan bantal sebagai alas duduk pada para pekerja yang duduk di lantai. Posisi ini setelah dianalisis dengan metode REBA, diperoleh skor 2 yang berarti posisi kerja tersebut tidak berbahaya.</p> Retno Rusdjijati ##submission.copyrightStatement## 2022-03-31 2022-03-31 2 1 45 56 10.31603/benr.6880