Main Article Content

Abstract

Latar Belakang : Terdapat sebanyak 36 kasus kista ovarium di RSUP Dr. Sardjito yang diidentifikasi dari bulan Januari-Maret 2022. Pembedahan merupakan metode untuk mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan dengan obat-obatan yang sederhana. Sebelum dilakukan pembedahan pasien mendapat anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi. Anestesi yang diberikan pada pasien akan memberikan efek kehilangan peristaltik normal atau penurunan peristaltik usus. Peristaltik usus paska pembedahan dapat diatasi dengan menstimulasi gerakan peristaltik usus yaitu dengan cara mobilisasi dini. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian mobilisasi dini untuk meningkatkan peristaltik usus pada pasien post operasi kista ovarium. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 April 2022. Fokus studi ini adalah penerapan mobilisasi dini untuk meningkatkan peristaltik usus pada Ny. S dengan post operasi kista ovarium. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dari subjek penelitian melalui observasi, wawancara, pengukuran dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu SOP mobilisasi dini, stetoskop, arloji, lembar observasi, dan lembar isian peningkatan peristaltik usus sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini. Hasil : Penerapan mobilisasi dini yang dilakukan pada 6 jam, 12 jam, 48 jam setelah operasi dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien post kista ovarium dengan mobilisasi dini 3 tahap. Dengan adanya penelitian ini diharapkan menjadi tolak ukur penelitian selanjutnya mengenai lamanya waktu penerapan mobilisasi dini. Kesimpulan : Mobilisasi dini dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien post operasi kista ovarium.

Keywords

Mobilisasi Peristaltik Usus Kista Ovarium

Article Details