Main Article Content

Abstract

The use of traditional medicine in today's society is increasing with labels "back to nature" which is realized through the utilization of Indonesia's natural potential. Based on an incidental survey study in Klaten City, the affecting factor the use of traditional medicine in this region is knowledge and perception. Public knowledge related to the utilization of traditional medicine is assumed to be lacking because of the assumption that traditional medicine is much safer than chemical drugs. There is an assumption based on the side effects of traditional medicine being lower than chemical drugs. This study aims to assess the contribution of perception and knowledge to the use of traditional medicine. The research uses a cross-sectional study and the data collection instruments through questionnaires. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 1089 respondents. Data collection used a questionnaire instrument whose results were analyzed using the Chi-Square statistical test. From these results can be concluded that types of knowledge involve definitions, type, efficacy, side effects, how to use, perceptions, convenience, currentness, and policy that can affect the use of traditional medicine. The results of data analysis show that the contribution of knowledge and perception to the use of traditional medicine has a coefficient of determination of 0.742

Keywords

Knowledge Perception Traditional medicine Use

Article Details

References

  1. Amisim, A., Kusen, A. W. S., & Mamosey, W. E. (2020). Persepsi Sakit Dan Sistem Pengobatan Tradisional Dan Modern Pada Orang Amungme (Studi Kasus Di Kecamatan Alama Kabupaten Mimika). Jurnal Holistik, 13(1), 1–18. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/29521
  2. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
  3. Ariyulinda, N. (2018). Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia, 15, 37–48.
  4. Badan Pusat Statistik. (2021). Badan Pusat Statistik Kota Klaten.
  5. https://klatenkab.bps.go.id/statictable/2022/09/01/561/jumlah-penduduk-menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin-di-kabupaten-klaten-2021.html
  6. BPOM. (2021). Cerdas Memilih dan Menggunakan Obat Tradisional yang Aman. Badan POM, 1–39.
  7. BPOM RI. (2005). Peraturan Kepala BPOM RI No HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria Dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. Badan Pengawas Obat Dan Makanan, 1–16.
  8. Departemen Kesehatan. (2009). Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
  9. Dewoto, hedi R. (2007). Pengembangan Obat Tradisional Indonesia menjadi Fitofarmaka untuk Pemanfaatan pada Pelayanan Kesehatan.
  10. Ismiyana, F., Rahman Hakim, A., & Sujono, T. A. (2013). Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Sendiri Pada Masyarakat Di Desa Jimus Polanharjo Klaten.
  11. Jabbar, A., Musdalipah, & Nurwati, A. (2017). Studi Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Bagi Masyarakat di Desa Sabi-Sabila Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. Majalah Farmasi, Sains, Dan Kesehatan, 3(1), 19–22.
  12. Kendarti, S. F., Ungsianik, T., & Handayani, H. (2009). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak kelas IV, V dan VI di SDN 01 Pagi Johar Baru, Jakarta Pusat. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. https://www.lontar.ui.ac.id/detail?id=20276697&lokasi=lokal
  13. Kristiana, L., Andarwati, P., & Nuraini, S. (2013). Kajian Regulasi Iklan Sarana Pengobatan Tradisional Di Surat Kabar. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(1), 48–57.
  14. Kurniawati, E. (2019). Persepsi Terhadap Obat Generik Pada Pasien Rawat Jalan Di Rsud Sleman. Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Magelang.
  15. Lau, S. H. Am., Herman, & M, R. (2019). Studi Perbandingan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Herbal Dan Obat Sintetik Di Campagayya Kelurahan Panaikang Kota Makassar. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5, 5–24.
  16. Marwati, & Amidi. (2019). Pengaruh Budaya, Persepsi, Dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian Obat Herbal. Jurnal Ilmu Manajemen, 7(2), 168. https://doi.org/10.32502/jimn.v7i2.1567
  17. Menkes. (2017). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. 1–14.
  18. Merdekawati, R. B. (2016). Gambaran dan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Pada Masyarakat RW 005 Desa Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Nature Methods, 7(6), 2016. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26849997%0Ahttp://doi.wiley.com/10.1111/jne.12374
  19. Ningsih, I. Y. (2016). Keamanan Jamu Tradisional. Modul Saintifikasi Jamu, 1–36.
  20. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/77274/Modul SJ Keamanan Jamu_Indah Yulia Ningsih.pdf?sequence=1
  21. Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Renaka Cipta.
  22. Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu. Rineka Cipta.
  23. Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (4th ed.). Salemba Medika.
  24. Oktaviani, A. R., Takwiman, A., Santoso, D. A. T., Hanaratri, E. O., Damayanti, E., Maghfiroh, L., Putri, M. M., Maharani, N. A., Maulida, R., Oktadela, V. A., & Yuda, A. (2020). Pengetahuan Dan Pemilihan Obat Tradisional Oleh Ibu-Ibu Di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 8(1), 1. https://doi.org/10.20473/jfk.v8i1.21912
  25. Pratiwi, R., Saputri, F. A., & Nuwarda, R. F. (2018). Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Masyarakat: Studi Pendahuluan Pada Masyarakat Di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang. Dharmakarya, 7(2), 97–100. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i2.19295
  26. Salim, Z., Munadi, E., Nugroho, R., Ningsih, E., Paryadi, D., Utama, R., Saputri, A., Andrian, N., & F Faradila. (2017). Info Komoditi Tanaman Obat. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
  27. Umar, H. (2000). Metodologi Penelitian, Aplikasi dalam Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama.
  28. Yunus, H. S. (2010). Metodologi Penelitian Wilayah Konteporer (1st ed.). Pustaka Pelajar.