Gambaran Perilaku Cyberbullying pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat perilaku cyberbullying pada siswa sekolah menengah pertama sebagai dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 99 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Polongbangkeng Utara yang terdiri atas tiga kelas, sedangkan sampel penelitian berjumlah 14 siswa yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling berdasarkan kecenderungan perilaku cyberbullying pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Data diperoleh melalui penyebaran skala perilaku cyberbullying yang diadaptasi dari Risyana (2020) berdasarkan aspek-aspek Willard (2007) dan terdiri dari 35 item pernyataan valid dengan skala likert dan koefisien reliabilitas cronbach's alpha sebesar 0,939. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan pengelompokan kategori. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang sebesar 42% kategori tinggi sebesar 29%, kategori sangat tinggi sebesar 7%, kategori rendah sebesar 16%, dan kategori sangat rendah sebesar 5%. Dengan demikian, lebih dari 78% siswa berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi digital siswa belum sepenuhnya mencerminkan sikap saling menghargai dan bertanggung jawab, yang ditandai dengan kecenderungan mengejek, menyindir, dan menyebarkan konten yang mempermalukan orang lain melalui media sosial. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam merancang program pencegahan cyberbullying yang berfokus pada peningkatan kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, serta keterampilan berinteraksi secara positif di ruang digital.
Keywords
Perilaku Cyberbullying; Interaksi digital dan media sosial; Bimbingan dan KonselingReferensi
- Aini, S., & Rahardjo, W. (2023). Perilaku cyberbullying pada remaja ditinjau dari empati dan regulasi emosi. Jurnal Ilmu Perilaku, 7(2), 121–139. https://doi.org/10.25077/jip.7.2.121-139.2023
- Ali, A. (2024). Faktor penyebab terjadinya tindak pidana cyberbullying terhadap anak di media sosial. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 2(1), 45–58.
- Almenayes, J. (2017). Hubungan antara korban penindasan maya dan depresi: Efek moderasi gender dan usia. Jejaring Sosial, 6(3), 112–125.
- Amirullah, M. (2017). Career guidance program to raise the employability skills of vocational high school (SMK) students. Proceedings of the 9th International Conference for Science Educators and Teachers (ICSET 2017), 118, 184–194. https://doi.org/10.2991/icset-17.2017.32
- Antama, F., Zuhdy, M., & Purwanto, H. (2020). Faktor penyebab cyberbullying yang dilakukan oleh remaja di kota Yogyakarta. Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan, 1(2), 182–202. https://doi.org/10.18196/jphk.1210
- APJII. (2024). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
- Azzahra, D. S., & Viena, Y. (2024). Fenomena cyber bullying pada remaja dan upaya pencegahannya. Prosiding Seminar Psikologi Pendidikan, 1(1), 28–37.
- Buchori, S., & Fakhri, N. (2022). Strategi pendidikan kedamaian pada sekolah di Indonesia. Indonesian Journal of Learning Education and Counseling, 5(1), 69–80. https://doi.org/10.31960/ijolec.v5i1.1855
- Calvete, E., Orue, I., Estevez, A., Villardon, L., & Padilla, P. (2010). Cyberbullying in adolescents: Modalities and aggressors' profile. Computers in Human Behavior, 26(5), 1128–1135.
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2024). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
- Danisholehudin, M. I., Yosep, I., Yamin, A., Assyifa, R. N., Agatha, E. Z., Ferdinanto, T., & Hikmat, R. (2025). Perilaku cyberbullying pada remaja Indonesia di forum organisasi siswa intra sekolah. Jurnal Keperawatan, 8(2), 621–630.
- Dewi, H. A., Suryani, S., & Sriati, A. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi cyberbullying pada remaja: A systematic review. Journal of Nursing Care, 3(2), 78–89.
- Eliasa, E. I. (2023). Bimbingan dan konseling kedamaian dalam mendukung kesehatan mental siswa. Annual Guidance and Counseling Academic Forum, 1(1), 144–151.
- Farhan, M. A. F., & Pratama, M. R. G. (2025). Cyberbullying dan peran pendidikan sosial digital: Tinjauan strategi intervensi berbasis sekolah untuk kesehatan mental remaja. Journal of Educational Psychology and Social Well-being, 1(1), 29–38.
- Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school guidance and counseling program (5th ed.). American Counseling Association.
- Hagami, F. A. M., Elida Hapni, Novita Fitri, & Wahidah Fitriani. (2023). Bullying dan peran bimbingan konseling di lingkungan sekolah SMP. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 88–97.
- Imani, F. A., Kusmawati, A., & Tohari, H. M. A. (2021). Pencegahan kasus cyberbullying bagi remaja pengguna sosial media. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 34–45.
- Irmayanti, N., Soetjipto, B. E., Chusniyah, T., & Rahmawati, H. (2025). Exploring the effects of cyberbullying on empathy and self-worth: Insights from victims and offenders. Bisma The Journal of Counseling, 9(1), 210–220.
- Kowalski, R. M., Limber, S. P., & Agatston, P. W. (2012). Cyberbullying: Bullying in the digital age (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
- KPAI. (2023). Laporan pengaduan anak berbasis digital tahun 2023. Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
- Marlef, A., Masyhuri, M., & Muda, Y. (2024). Mengenal dan mencegah cyberbullying: Tantangan dunia digital. Journal of Education Research, 5(3), 4002–4010. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.xxxx
- Marsinun, R., & Riswanto, D. (2020). Perilaku cyberbullying remaja di media sosial. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12(2), 98–111. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.3965
- Pandang, A., & Anas, M. (2019). Penelitian eksperimen dalam bimbingan konseling konsep dasar & aplikasinya tahap demi tahap. Badan Penerbit UNM.
- Piola, W. S., Wulan, S., & Muda, A. C. (2025). Efektivitas pemberian terapi mindfulness terhadap penurunan tingkat kecemasan remaja yang mengalami bullying di SMA Negeri 1 Telaga. Jurnal Kesehatan Mental, 5(2), 3027–3034.
- Putri, L. H., & Savira, S. I. (2023). Dampak psikologis pada remaja yang mengalami cyberbullying. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(1), 309–323.
- Ramadhani, S. K., Buchori, S., Fitriana, & Syahril, M. F. (2025). Analisis kebutuhan media flashcard visual untuk meningkatkan regulasi emosi marah siswa. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 9(2), 98–106. https://doi.org/10.31100/jurkam.v9i2.4350
- Rifki, A., Sastia, P., Salsabila, P., Nusyur, R., & Nelisma, Y. (2025). Menerapkan bimbingan konseling dalam mencegah bullying di sekolah. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 7383–7389. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1369
- Risyana, D. (2020). Hubungan antara regulasi emosi dan perilaku cyberbullying pada remaja [Skripsi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau]. Repository UIN Suska.
- Siroj, M., & Zulfa, A. (2024). Dampak cyberbullying pada remaja di media sosial. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(2), 1124–1130.
- Sugiri, D., & Kusumawardana, A. (2025). Pendidikan sosial-emosional dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 1–10.
- Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.
- Smith, P. K., Mahdavi, J., Carvalho, M., Fisher, S., Russell, S., & Tippett, N. (2008). Cyberbullying: Its nature and impact in secondary school pupils. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 49(4), 376–385. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2007.01846.x
- Syah, R. (2018). Upaya pencegahan kasus cyberbullying bagi remaja pengguna media sosial di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 12(2), 131–146.
- Syahril, Yusuf, S., Ilfiandra, & Adiputra, S. (2020). The effect of parenting patterns and empathy behavior on youth prosocial. International Journal of Instruction, 13(3), 223–232.
- Tokunaga, R. S. (2010). Following you home from school: A critical review and synthesis of research on cyberbullying victimization. Computers in Human Behavior, 26(3), 277–287. https://doi.org/10.1016/j.chb.2009.11.014
- Tohirin. (2019). Bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. Rajawali Pers.
- Triyono, T., & Rimadani, R. (2019). Dampak cyberbullying di media sosial pada remaja dan implikasinya terhadap pelayanan bimbingan dan konseling. Jurnal Neo Konseling, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.24036/00094kons2019
- UNICEF. (2025). Situasi anak Indonesia: Laporan tahunan 2025. United Nations Children's Fund Indonesia.
- We Are Social & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia. We Are Social.
- Willard, N. E. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. Research Press.
- Wiraja, A., Asyraf, A. M., Putra, B. U., & Sari, J. (2025). Meningkatkan kemampuan manajemen emosi melalui mindfulness sebelum pembelajaran pada siswa kelas X SMA Cendana Pekanbaru. Jurnal Pendidikan dan Bimbingan, 5(1), 1156–1165.