Al-Munaasabah (Cabang Ulumul Qur’an)
Abstract
Al-Qur’anul Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw sebagai petunjuk hidup manusia agar bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. Untuk memahaminya dibutuhkan uluumul Qur’an. Dalam perkembangan ulumul Qur’an selanjutya lahirlah ilmu Al-Munasabah. Orang pertama yang menulis ilmu munasabah ialah Abu Bakar An Naisaburi (324 H) kemudian disusul oleh Abu Ja’far Ibnu Zubeir kemudian diteruskan oleh Burhanudin al-Buqa’i kemudian As-Suyuti serta M.Shodiq Al-Ghimari. Pembicaraan Al-Munaasabah berkisar pada hubungan antar kalimat, antar ayat, dan surat dengan surat dalam Al-Qur’an Al-Karim. Mencari persesuaian tersebut tidak ada nashnya, karena itu derajat¬nya ijtihady bukan tauqifi. Sebagai produk ijtihad maka adanya berlainan pendapat di kalangan mufassir adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu tidak tepat suatu hasil ijtihad mengikatkan orang lain untuk mengikuti atau menolaknya. Jadi peranan munaasabah adalah sebagai "alat penolong" dalam menafsirkan ayat dan sifatnya tidak merngikat.
Keywords
Ijtihady; Mufassir; Al-Munasabah; Ulumul Qur’anReferences
Most read articles by the same author(s)
- Muis Sad Iman, Peranan Tasawuf Falsafi Dalam Metodologi Pendidikan Islam , Jurnal Tarbiyatuna: Vol. 6 No. 2 (2015)
- Mukaromah Tawangsih, Muis Sad Iman, Kanthi Pamungkas Sari, Pengaruh Penggunaan Model “Paikem Gembrot” Terhadap Keterampilan Berbahasa Indonesia Siswa ( Studi Kasus Di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Blondo) , Jurnal Tarbiyatuna: Vol. 7 No. 2 (2016)
- Chusniati Chusniati, Muis Sad Iman, Kanthi Pamungkas Sari, Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Strategithink-Pair Share Di MI Ma’arif Sambeng Borobudur , Jurnal Tarbiyatuna: Vol. 6 No. 1 (2015)