Estimasi Parameter Model Epidemic Type Aftershock Sequence (ETAS) Spasial untuk Gempa Bumi di Pulau Jawa

Main Article Content

Dody Chandra Priambodo
Hasih Pratiwi
Respatiwulan Respatiwulan

Abstract

Aktivitas gempa bumi masih terus dikaji baik dari aspek seismologi maupun aspek stokastik. Salah satu proses stokastik yang dapat menjelaskan aktivitas gempa bumi adalah proses titik. Proses titik merupakan suatu proses stokastik yang dapat menjelaskan fenomena alam dimana sifatnya acak baik dalam ruang maupun waktu. Salah satu model dalam proses titik adalah model epidemic type aftershock sequence (ETAS). Model ETAS tidak optimal dalam menjelaskan aktivitas gempa bumi karena dianggap tidak memiliki komponen lokasi/spasial. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dibahas model ETAS dengan mempertimbangkan komponen waktu, lokasi, dan magnitudo. Model ini dinamakan model ETAS spasial. Model ETAS spasial dapat dinyatakan  melalui fungsi intensitas bersyarat dengan tujuh parameter. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah aktivitas gempa bumi di Pulau Jawa untuk periode Januari 1973 sampai Desember 2016 dengan magnitudo  dan kedalaman . Nilai parameter model ETAS spasial dapat diestimasi menggunakan metode estimasi likelihood  maksimum dan metode Davidon Fletcher Powell. Berdasarkan hasil estimasi tersebut diperoleh bahwa aktivitas gempa bumi wilayah Pulau Jawa sering terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa terutama di perairan selatan Jawa Barat dan di sekitar Selat Sunda. Hal ini menyebabkan daerah tersebut rawan mengalami bencana gempa bumi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles